Senin, 09 Desember 2013

Kisah Teladan Yang Menakjubkan Tentang Semangat Menuntut Ilmu

Kisah Teladan Yang Menakjubkan Tentang Semangat Menuntut Ilmu

Oleh : Al-Ustadz Kharisman
( disampaikan pada kajian Rabu Malam Kamis 27 Jumadil Awwal 1433 H/ 18 April 2012 di Masjid Perum PJB Paiton Probolinggo)

Berikut ini adalah sepenggal kisah-kisah menakjubkan tentang kesungguhan para Ulama dalam menuntut ilmu. Semoga bisa menjadi pelajaran dan teladan bagi kita untuk bersemangat menjalankan aktifitas ilmiyyah : menempuh perjalanan menghadiri majelis ilmu, mencatat, murojaah (mengingat kembali pelajaran yang sudah didapat), membaca buku-buku para Ulama’, merangkum, meringkas, menyadur dan menyalin tulisan para ulama, mencatat faidah-faidah ilmu yang kita lihat dan dengar, mendengarkan rekaman ceramah-ceramah ilmiyyah melalui file-file audio, dan semisalnya.
Sesungguhnya menuntut ilmu adalah ibadah, bahkan menurut al-Imam asy-Syafi’i:
Menuntut ilmu lebih utama dibandingkan sholat Sunnah (Musnad asySyafi’i (1/249), Tafsir alBaghowy (4/113), Faidhul Qodiir (4/355))
Kisah-kisah nyata berikut ini sebagian besar disarikan dari kitab alMusyawwaq ilal Qiro-ah wa tholabil ‘ilm karya Ali bin Muhammad al-‘Imran.

KESABARAN DAN KESUNGGUHAN MENUNTUT ILMU
Ibnu Thahir al-Maqdisy berkata : Aku dua kali kencing darah dalam menuntut ilmu haditssekali di Baghdad dan sekali di Mekkah. Aku berjalan bertelanjang kaki di panas terik matahari dan tidak berkendaraan dalam menuntut ilmu hadits sambil memanggul kitab-kitab di punggungku
BELAJAR SETIAP HARI
Al-Imam anNawawy setiap hari membaca 12 jenis ilmu yang berbeda (Fiqh, Hadits, Tafsir, dsb..)
MEMBACA KITAB SEBAGAI PENGUSIR KANTUK
Ibnul Jahm membaca kitab jika beliau mengantuk, pada saat yang bukan semestinya. Sehingga beliau bisa segar kembali.
BERUSAHA MENDAPATKAN FAIDAH ILMU MESKI DI KAMAR MANDI
Majduddin Ibn Taimiyyah (Kakek Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah) jika akan masuk kamar mandi berkata kepada orang yang ada di sekitarnya: Bacalah kitab ini dengan suara keras agar aku bisa mendengarnya di kamar mandi.
40 TAHUN TIDAKLAH TIDUR KECUALI KITAB BERADA DI ATAS DADANYA
Al-Hasan alLu’lu-i selama 40 tahun tidaklah tidur kecuali kitab berada di atas dadanya.
TIDAKLAH BERJALAN KECUALI BERSAMANYA ADA KITAB
Al-Hafidz alKhothib tidaklah berjalan kecuali bersamanya kitab yang dibaca, demikian juga Abu Nu’aim alAsbahaany (penulis kitab Hilyatul Awliyaa’)
MENJUAL RUMAH UNTUK MEMBELI KITAB
Al-Hafidz Abul ‘Alaa a-Hamadzaaniy menjual rumahnya seharga 60 dinar untuk membeli kitab-kitab Ibnul Jawaaliiqy
KEMAMPUAN MEMBACA YANG LUAR BIASA
Ibnul Jauzy  sepanjang hidupnya telah membaca lebih dari 20.000 jilid kitab
Al-Khothib al-Baghdady membaca Shahih al-Bukhari dalam 3 majelis ( 3 malam), setiap malam mulai ba’da Maghrib hingga Subuh (jeda sholat)
Catatan : Shahih alBukhari terdiri dari 7008 hadits, sehingga rata-rata dalam satu kali majelis (satu malam) dibaca 2336 hadits.
Abdullah bin Sa’id bin Lubbaj al-Umawy dibacakan kepada beliau Shahih Muslim selama seminggu dalam sehari 2 kali pertemuan (pagi dan sore) di masjid Qurtubah Andalus setelah beliau pulang dari Makkah.
Catatan : Shahih Muslim terdiri dari  5362 hadits
Al-Hafidz Zainuddin al-Iraqy membaca Musnad Ahmad dalam 30 majelis (pertemuan)
Catatan : Musnad Ahmad terdiri dari 26.363 hadits, sehingga rata-rata dalam sekali majelis membacakan lebih dari 878 hadits.
Al-‘Izz bin Abdissalaam membaca kitab Nihaayatul Mathlab 40 jilid dalam tiga hari (Rabu, Kamis, dan Jumat) di masjid.
Al-Mu’taman as-Saaji membaca kitab al-Fashil  465 halaman (kitab pertama tentang Mustholah hadits) dalam 1 majelis.
Salah seorang penuntut ilmu membacakan di hadapan Syaikh Bin Baz Sunan anNasaa’i selama 27 majelis
Catatan : jika yang dimaksud adalah Sunan anNasaai as-Sughra terdiri dari 5662 hadits, sehingga rata-rata lebih dari 209 hadits dalam satu majelis.
Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albany rata-rata menghabiskan waktu selama 12 jam sehari untuk membaca buku-buku hadits di perpustakaan.
MENGULANG-ULANG MEMBACA SUATU KITAB HINGGA BERKALI-KALI
Al-Muzani berkata: Aku telah membaca kitab arRisalah (karya asy-Syafi’i) sejak 50 tahun lalu dan setiap kali aku baca aku menemukan faidah yang tidak ditemukan sebelumnya.
Gholib bin Abdirrahman bin Gholib al-Muhaariby telah membaca Shahih alBukhari sebanyak 700 kali.
KESUNGGUHAN MENULIS
Ismail bin Zaid dalam semalam menulis 90 kertas dengan tulisan yang rapi.
Ahmad bin Abdid Da-im al-Maqdisiy telah menulis/ menyalin lebih dari 2000 jilid kitab-kitab. Jika senggang, dalam sehari bisa menyelesaikan salinan 9 buku. Jika sibuk dalam sehari menyalin 2 buku.
Ibnu Thahir berkata: saya menyalin Shahih al-Bukhari, Shahih Muslim, dan Sunan Abi Dawud 7 kali dengan upah, dan Sunan Ibn Majah 10 kali
Ibnul Jauzy dalam setahun rata-rata menyalin 50-60 jilid buku
Muhammad bin Mukarrom yang lebih dikenal dengan Ibnu Mandzhur –penulis Lisaanul Arab- ketika meninggal mewariskan 500 jilid buku tulisan tangan
Abu Abdillah alHusain bin Ahmad alBaihaqy adalah seseorang yang cacat sehingga tidak memiliki jari tangan, namun ia berusaha untuk menulis dengan meletakkan kertas di tanah dan menahannya dengan kakinya, kemudian menulis dengan bantuan 2 telapak tangannya. Ia bisa menghasilkan tulisan yang jelas dan bisa dibaca. Kadangkala dalam sehari ia bisa menyelesaikan tulisan sebanyak 50-an kertas.
SANGAT BERSEMANGAT DALAM MENCATAT FAIDAH
Al-Imam anNawawy berkata: Janganlah sekali-kali seseorang meremehkan suatu faidah (ilmu) yang ia lihat atau dengar. Segeralah ia tulis dan sering-sering mengulang kembali.
Al-Imam al-Bukhary dalam semalam seringkali terbangun, menyalakan lampu, menulis apa yang teringat dalam benaknya, kemudian beranjak akan tidur, terbangun lagi , dan seterusnya hingga 18 kali.
Abul Qosim bin Ward atTamiimy jika diberikan kepada beliau suatu kitab beliau akan membaca dari atas hingga bawah, jika menemukan faidah baru beliau tulis dalam kertas tersendiri hingga terkumpul suatu pokok bahasan khusus.
BERSAMA ILMU HINGGA MENJELANG AJAL
Abu Zur’ah arRaaziy ketika menjelang ajal dijenguk oleh sahabat-sahabatnya ahlul hadits mereka mengisyaratkan hadits tentang talqin Laa Ilaaha Illallaah. Hingga Abu Zur’ah berkata:
Abdul Humaid bin Ja’far meriwayatkan dari Sholih bin Abi Uraib dari Katsir bin Murroh dari Muadz dari Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam: Barangsiapa yang akhir ucapannya adalah Laa Ilaaha Illallaah maka ia masuk surga.
Kemudian Abu Zur’ah meninggal dunia
Ibn Abi Hatim berkata: Aku masuk ke ruangan ayahku (Abu Hatim arRaziy) ketika beliau menjelang ajal dalam keadaan aku tidak mengetahuinya aku bertanya kepadanya tentang Uqbah bin Abdil Ghofir apakah ia adalah Sahabat Nabi? Ayahku menggeleng. Aku bertanya: Apakah ia Sahabat Nabi? Ayahku berkata: Bukan. Ia adalah tabi’in. Tidak berapa lama kemudian Abu Hatim meninggal dunia
<< disampaikan pada kajian Rabu Malam Kamis 27 Jumadil Awwal 1433 H/ 18 April 2012 di Masjid Perum PJB Paiton Probolinggo oleh Abu Utsman Kharisman >>
Sumber: www.salafy.or.id

Senin, 11 November 2013

KEJUJURAN TAK LAGI BISA DI TEMUKAN DI SEKOLAHKU



KEJUJURAN TAK LAGI BISA DI TEMUKAN DI SEKOLAHKU

            Ulangan MID semester ganjil tlah berlalu, sebuah ujian yang dimaksudkan untuk menguji bangaimana tingkat pemahaman siswa tentang beberapa mata pelajaran selama tiga bulan ini. Tapi saya rasa tujuan ini tidak tercapai karena aku liahat begitu banyak tman-tman aku yang padasaat ulangan tidak jujur, hamper bisa aku katakana hamper semua siswa di kelas aku tidak ada yang bisa bersikap jujur.
            Aku tidak tau ini salah siapa ?.....  apa mungkin ini salah pengawasnya atau penanaman sikapke ke jujuran  pada setiap idividu sanagt kurang. Tapi menurut aku kejadian seperti ini 75% adalah kesalahan pengawas, mengapa saya saya bisa kata kan seperti itu, karna coba kita liaht perilaku guru saat mangawasi muritnya yang lagi ujian. Ada beberapa guru yang hanya dating membagikan soal dan lembar jawaban saja setelah itu dia duduk sampai bel tanda waktu ulangn telah selesai berbunyi, ada juga guru yang saat mengawasi muritnya malah tidur atau bahkan main facebook.
            Tetapi tidak semua guru seperti itu masih ada sebagian kecil yang menjalankan kewajibannya dengan baik. Tapi itu tinggal sebagian kecil saja. Dan mudah mudahan setelah menulis Artikel ini para pembaca bisa memahami bahwa pengawas sangat berperan penting dalam keberhasilannya sebuh ujian. Apabila pengawasnya melaksanakan tugasnya dengan baik maka insyaallah ujian akan sukses, dan apabila pengawasnya acuh tak acuh maka ujian yang dilaksanakan percuma alias GATOT (gagal total) atau bahkan akan meningkatkan ketidak jujuran para siswa. Aku teringat kata-kata yang sering terlontar dari sebuah penyiaran berita yang mengatakan bahwa “kejahatan bisa terjadi kalau ada kesempatan”
           

kunci meraih kesuksesan



9 kunci Meraih Kesuksesan


1.       Mempunyai etika yang baik (tau sopan santun)
2.       Jujur dan integritas
3.       Hormat pada hokum dan aturan masyaraakat
4.       Menghormati hak orang lain
5.       Cinta pada pekerjaan
6.       Berusaha keras untuk menabung dan investasi
7.       Bertanggung jawab
8.       Mau bekerja keras
9.       Tepat waktu
Insya allah kalau kita semua mengamalkan ke 9 pin di atas kita akan sukses dinia dan di akhirat

Tingkat penyerapan ilmu



Tingkat Penyerapan Ilmu


Tingkat penyerapan ilmu dipengaruhi oleh seberapa banyak indra yang kita gunakan.
Berikut ini uraian prsentase penyerapan ilmu :
10% Dari apa yang anda baca
20% Dari yang anda lihat
30% Dari yang anda dengar
50% Tentang apa yang anda lihat dan dengar
70% Dari yang anda ucpkan
80% Dari apa yang anda lakukan
90% Dari yang anda katakana dan lakukan
95% Dari yang anda ajarkan

                Dari uraian di atas kita dapat mengetahui bahwa ilmu yang kita miliki apabila kita ajarkan kepada orang lain, maka ilmu itu akan lebih mudah kita ingat apabila kita membutuhkanya. Kita juga bisa mengoptimalkan cara belajar kita dengan memfungsikan sebanyak mungkin indra yang kita punya, sebagai contohnya pada kita membaca dalam hati kita hanya akan memperoleh informasi 10%, tapi jika kita membaca dengan suara nyaring indra pendengaran kita juga akan berfungsi jadi kita bisa mendapatkan  informasi 60%  dari apa yang and abaca, ditambah lagi setelah membaca anda menulis informasi yang anda dapatkan anda bisa mendapatkan lebih banya informasi J

cerpen "180 derajat" karya andika


Senin, 04 November 2013

menata ruang belajar



Menata Ruang Belajar



Ciptakan lingkungan yang inspiratif, bukan lingkungan yang melenakan untuk bermalas-malasan.
1.      Rak buku-buku yang tertata rapi, sehingga sewaktu-waktu kita membutuhkan biku-buku, lebih mudah untuk menemukannya. Keadaan ini menguras energy kita sekedar untuk memcari sesuatu yang sebenarnya dapat ditemukan dengan mudah ketika kita menempatkannya dengan rapi.
2.      Papan atau tempat khusus yang digunakan untuk menangkap ida-ide kreatif. Semacam kantong ide yang memuat gagasan-gagasan kreatif kita.
3.      Rencana harian untuk mengatur aktifitas kita sehari-hari. Catatlah aktifitas harian dengan rapi dan baik , agar pikiran Anda tidak terbebani untuk mengatur afenda kegiatan . bagilah pikiran anda dari mengingat agenda dengan mencatatnya di agenda harian, yang dengan mudah and abaca dan ketahui.
4.      Pernyataan positif yang selalu memotifasi diri. Tulis kata-kata tersebut di tempat belajar anda atau di dinding kamar yang mudah anda liahat.
5.      Sarana yang dapat memberikan rangsangan suara atau bau seperti music dan parfum kesukaan anda.
Alhasil insya Allah anda akan merasa nyaman dengan rung belajar yang rapih dan  bersih.

Anda juga dapat mengikuti nasehat dari Syeikh Sa’id Hawwa dalam bukunya Qanunul-Bait al-Muslim. Dalam soal kebersihan dan penataan interior, hendaknya seorang muslim harus memperhatikan hal-hal beikut:
1.      Hendaknya seorang muslim membiasakan untuk membung sesuatu pada tempat yang disediakan.
2.      Hendaknya mengatur waktu tertentu untuk mencuci pakaian dan perabotan makan.
3.      Hendaknya apa-apa yang ada di dalam ruangan tertata rapid an berada di tempatnyaapabila selesai menggunakan suatu barang harus segera dikembalikan pada tempatnya. Keadaan ini akan membantu untuk mencari barang yang kita perlukan selama belajar dengan mudah.
4.      Semua barang-barang di atas meja, seperti buku-buku, kertas-kertas penting, hendaknya disusun dengan baik dan rapi. Lebih lanjut Sa’id Hawwa menjeaskan “perhatikan para fukahn Muslim, mereka tidak hanya memerhatikan kedisiplinan dirinya semata, tapi mereka pun menata dengan rapi apa yang semestinya mereka rapikan. Mereka mengklasifikasikan buku-buku secra baik dan menatanya dengan rapi.
Demikianlah, anjuran yang disampaikan Syeikh Sa’id Hawwa. Anda mungkin dapat memodifikasi rung belajar anda semenarik mungkin, asalkan tidak membuat anda terlena di dalam kenyamanan

Sumber:Budiyanto, Dwi 2009. Propheatic Lerning. Yogyakarta: Pro_u Media